Jumat, 03 Mei 2013

Pikir Ulang Sebelum Kunjungi Website Malaysia

Apabila Korea Selatan menjadi negara Asia paling rentan terhadap serangan malware dan Indonesia duduki peringkat ke-8 sebagai negara ‘gudang’ spam terbesar dunia, Malaysia catat rekor sebagai negara Asia dengan situs phishing terbesar. Menurut data analisis yang dikeluarkan Microsoft, Microsoft Security Intelligence Report Volume 14 (SIRv 14), secara global, Amerika Serikat menduduki peringkat pertama sebagai negara dalam status ‘merah’ atau paling rentan terhadap serangan malware. Dalam catatan lain yang dikeluarkan Sophos, Indonesia menjadi negara ke-8 dunia sebagai ‘lumbung’ dari serangan spam. Namun, untuk urusan situs phishing, seperti dikutip dari Zdnet (29/04), Malaysia menduduki peringkat pertama di kawasan Asia, khususnya Asia Tenggara. Tim Rains, Director of Product Management di Microsoft’s Trustworthy Computing, menjelaskan bahwa phishing sites per 1000 hosts, malware hosting sites per 1000 hosts dan drive-be download per 1000 URL di Malaysia melebihi batas normal rata-rata dunia. Dalam penjelasannya, Rains memaklumi kenapa hal tersebut terjadi. Dia mengatakan bahwa karena perkembangan teknologi serta internet di Malaysia yang sangat bagus dibandingkan dengannegara-negara tetangganya dalam lingkup Asia, seperti Wi-Fi, broadband, koneksitas 3G sampai 4G, menjadikan penetrasi dan pertumbuhan situs-situs mengandung phishing meningkat tinggi. Dikarenakan bagusnya sistem kelola internet dan koneksitas di negeri Jiran ini, maka serangan berbasis web semakin efektif. Oleh karenanya, untuk lebih berhati-hati untuk mengakses situs-situs dari Malaysia. Indonesia duduki peringkat ke-8 sebagai ‘negara gudang’ spam Menurut data analisis dan laporan keamanan yang dibuat oleh Microsoft dan Sophos, ada 3 negara Asia yang masuk dalam kategori rentan terjangkit malware serta Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi lumbung spam. Dalam laporan berjudul Microsoft Security Intelligence Report Volume 14, Microsoft menjelaskan bahwa ada 3 negara Asia yang sangat rentan terhadap serangan malware. Negara-negara tersebut antara lain Korea Selatan, China dan India. Laporan yang mengambil sample data dari Juli sampai Desember 2012 lalu terhadap beberapa perangkat elektronik seperti PC, laptop, smartphone dan tablet tersebut menjelaskan bahwa Korea Selatan menduduki urutan dalam kategori merah sebagai negara Asia yang sangat rentan terhadap serangan malware. Dikutip dari Silo Breaker (29/04), secara global, Amerika Serikat masihmenjadi negara nomor satu untuk hal ini disusul oleh Brasil. Sedangkan untuk masalah spam, dalam laporannya, Sophos memberikan daftar 10 negara terbesar sebagai lumbung spam terbesar di dunia dan Indonesia menduduki peringkat ke-8. Menurut Graham Clueley, seorang Sophos Senior Consultant Technology, peredaran spam ini sangat berbahaya. Walaupun masih belum dapat dikatakan berbahaya, akan tetapi ada kemungkinan nantinya spam juga akan berisi malware, trojan, phishing bahkan botnet yang dapat merusak sekaligus mencuri data para pengguna perangkat elektronik yang terhubung dengan internet. Clueley juga menjelaskan bahwa banyak pengguna perangkat elektronik saat ini terkesan malas untuk membentengi perangkat mereka atau juga memberikan update antivirus serta patch terbaru untuk menangkal serangan spam serta malware yang banyak beredar di internet. Dalam daftar 10 besar negara yang rentan terhadap serangan spam ini, Amerika Serikat masih menduduki peringkat pertama disusul kemudian oleh Korea Selatan, India, Rusia dan Brasil di urutan ke-5. Indonesia berada di urutan ke-8 setelah Vietnam dan Taiwan. (merdeka)

0 komentar:

Posting Komentar

Welcome

The Gen DoeD in Here Anything You Can Find

Arsip Blog

Kategori

Ruang Komunikasi

luthfieaziz11ipa3.2012@gmail.com
semoga bermanfaat! Salam Damai!

Jumat, 03 Mei 2013

Pikir Ulang Sebelum Kunjungi Website Malaysia

Apabila Korea Selatan menjadi negara Asia paling rentan terhadap serangan malware dan Indonesia duduki peringkat ke-8 sebagai negara ‘gudang’ spam terbesar dunia, Malaysia catat rekor sebagai negara Asia dengan situs phishing terbesar. Menurut data analisis yang dikeluarkan Microsoft, Microsoft Security Intelligence Report Volume 14 (SIRv 14), secara global, Amerika Serikat menduduki peringkat pertama sebagai negara dalam status ‘merah’ atau paling rentan terhadap serangan malware. Dalam catatan lain yang dikeluarkan Sophos, Indonesia menjadi negara ke-8 dunia sebagai ‘lumbung’ dari serangan spam. Namun, untuk urusan situs phishing, seperti dikutip dari Zdnet (29/04), Malaysia menduduki peringkat pertama di kawasan Asia, khususnya Asia Tenggara. Tim Rains, Director of Product Management di Microsoft’s Trustworthy Computing, menjelaskan bahwa phishing sites per 1000 hosts, malware hosting sites per 1000 hosts dan drive-be download per 1000 URL di Malaysia melebihi batas normal rata-rata dunia. Dalam penjelasannya, Rains memaklumi kenapa hal tersebut terjadi. Dia mengatakan bahwa karena perkembangan teknologi serta internet di Malaysia yang sangat bagus dibandingkan dengannegara-negara tetangganya dalam lingkup Asia, seperti Wi-Fi, broadband, koneksitas 3G sampai 4G, menjadikan penetrasi dan pertumbuhan situs-situs mengandung phishing meningkat tinggi. Dikarenakan bagusnya sistem kelola internet dan koneksitas di negeri Jiran ini, maka serangan berbasis web semakin efektif. Oleh karenanya, untuk lebih berhati-hati untuk mengakses situs-situs dari Malaysia. Indonesia duduki peringkat ke-8 sebagai ‘negara gudang’ spam Menurut data analisis dan laporan keamanan yang dibuat oleh Microsoft dan Sophos, ada 3 negara Asia yang masuk dalam kategori rentan terjangkit malware serta Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi lumbung spam. Dalam laporan berjudul Microsoft Security Intelligence Report Volume 14, Microsoft menjelaskan bahwa ada 3 negara Asia yang sangat rentan terhadap serangan malware. Negara-negara tersebut antara lain Korea Selatan, China dan India. Laporan yang mengambil sample data dari Juli sampai Desember 2012 lalu terhadap beberapa perangkat elektronik seperti PC, laptop, smartphone dan tablet tersebut menjelaskan bahwa Korea Selatan menduduki urutan dalam kategori merah sebagai negara Asia yang sangat rentan terhadap serangan malware. Dikutip dari Silo Breaker (29/04), secara global, Amerika Serikat masihmenjadi negara nomor satu untuk hal ini disusul oleh Brasil. Sedangkan untuk masalah spam, dalam laporannya, Sophos memberikan daftar 10 negara terbesar sebagai lumbung spam terbesar di dunia dan Indonesia menduduki peringkat ke-8. Menurut Graham Clueley, seorang Sophos Senior Consultant Technology, peredaran spam ini sangat berbahaya. Walaupun masih belum dapat dikatakan berbahaya, akan tetapi ada kemungkinan nantinya spam juga akan berisi malware, trojan, phishing bahkan botnet yang dapat merusak sekaligus mencuri data para pengguna perangkat elektronik yang terhubung dengan internet. Clueley juga menjelaskan bahwa banyak pengguna perangkat elektronik saat ini terkesan malas untuk membentengi perangkat mereka atau juga memberikan update antivirus serta patch terbaru untuk menangkal serangan spam serta malware yang banyak beredar di internet. Dalam daftar 10 besar negara yang rentan terhadap serangan spam ini, Amerika Serikat masih menduduki peringkat pertama disusul kemudian oleh Korea Selatan, India, Rusia dan Brasil di urutan ke-5. Indonesia berada di urutan ke-8 setelah Vietnam dan Taiwan. (merdeka)

 
Template Indonesia | The Gen DoeD
Damn! I Love Indonesia