Kamis, 25 September 2014

Kisah Diet OCD

 Diet, satu kata yang selalu menghantui fikiran saya saat itu.  Karena memang saat itu  saya sedang bermasalah dengan berat badan yang semakin hari semakin bertambah beratnya. Pernah mencoba untuk berdiet dengan cara mengurangi porsi makan, pada waktu itu saya jalankan selama 1 bulan, dan berhasil menurunkan bobot 4 kg, yang pada awalnya bobot saya 79 kg menjadi 75 kg. karena menurut saya hasilnya kurang memuaskan pada akhirnya saya memutuskan untuk berhenti diet dengan kekecewaan yang sangat mendalam. Hingga akhirnya kekecewaan itu saya luapkan melalui makan dengan sangat lahap yaa bisa dibilang rakus. Hal itu saya lakukan selama 2 bulan berturut-turut, karena saya berfikir bahwa "saya tidak akan kurus, diet tak ada gunanya, buat apa diet? jika masih tetap saja gemuk dan tetap saja diejek teman, atau bahkan selalu dibully anak kecil yang sebetulnya tidak tahu apa-apa tentang diri saya" hal itu diperkuat dengan faktor keturunan dalam keluarga saya yang hampir semuanya bertubuh gemuk, dimulai dari nenek saya, ibu saya, kakak saya, dan 3 keponakan saya serta bibi saya hampir semuanya bertubuh gemuk. saya berfikir bahwa kegemukan yang saya derita ini diakibatkan oleh faktor keturunan, yaa kalau difikir memang faktor keturunan memberikan kontribusi besar terhadap kegemukan yang saya alami. karena saya berfikir demikian yaaa saya kembali ke kehidupan yang biasanya, yaitu "saya tidak akan diet" karena saya tidak akan diet, maka saya makan semaunya dan sebebasnya hingga bobot saya kembali naik drastis menjadi 86 kg. Saya terkejut dengan bobot yang saya miliki, saya malu bercermin, apalagi jika diajak foto bareng. karena kepercayaan diri saya yang semakin terkikis habis, akhirnya timbul difikiran saya untuk kembali diet karena pada saat itu juga aya sedang tertarik kepada seorang wanita, untuk memperbesar rasa percaya diri saya untuk mendekati sang pujaan hati, akhirnya saya putuskan kembali mencoba metode diet yang saat itu sedang hot-hotnya dan tengah menjadi trending topic dikalangan masyarakat Indonesia khusunya ODBK (Orang Dengan Badan Kegemukan), yaitu OCD. untuk memulai diet yang hendak saya jalankan ini hal pertama yang saya lakukan adalah mempelajari metode OCD itu sendiri. setelah persiapan dirasa cukup, mulailah saya menjalankan hidup yang bernuansa OCD. seminggu pertama menjalankan OCD, bobot saya turun 4kg, yang sebelumnya 86 kg menjadi 82 kg. Hal ini tentu saja menggembirakan buat saya, karena penurunan bobot yang sangat drastis saya lanjutkan OCD ini selama 8 bulan, selama 8 bulan ini saya penurunan bobot yang sangat signifikan yang pada awalnya berbobot 86 kg menjadi 65 kg. Patut diketahui selama menjalankan metode diet ini saya melakukan jendela makan 4 jam, yaitu dalam sehari (24 jam) waktu makan saya hanya tersedia selama 4 jam, dalam 4 jam itu tidak ada larangan untuk makan makan makanan apa, bisa dibilang bebas. Tapiii patut untuk dihindari makan dengan porsi yang banyak atau "rakus", makan sewajarnya seperti kita makan sehari-hari. selama berdiet, saya tidak melakukan olahraga yang khusus, karena saya memang malas untuk berolahraga. pada akhirnya diet yang saya jalankan ini (OCD) bisa dibilang berhasil. Kepercayaan diri saya telah kembali, memilih baju juga semakin mudah, dan yang lebih spesialnya lagi saya  mendapatkan pujaan hati saya yang sangat saya cintai (DCN), Pasca diet ini saya lebih aktif berolahraga karena badan terasa lebih ringan dan mudah untuk digerakkan. akhirnya, saya ucapkan terima kasih untuk OCD dan kepada detikHealth ini yang bersedia menampung kisah diet saya. Jaya selalu detikHealt.



Love You Dea Cahya Nabilla ;)


0 komentar:

Posting Komentar

Welcome

The Gen DoeD in Here Anything You Can Find

Arsip Blog

Kategori

Ruang Komunikasi

luthfieaziz11ipa3.2012@gmail.com
semoga bermanfaat! Salam Damai!

Kamis, 25 September 2014

Kisah Diet OCD

 Diet, satu kata yang selalu menghantui fikiran saya saat itu.  Karena memang saat itu  saya sedang bermasalah dengan berat badan yang semakin hari semakin bertambah beratnya. Pernah mencoba untuk berdiet dengan cara mengurangi porsi makan, pada waktu itu saya jalankan selama 1 bulan, dan berhasil menurunkan bobot 4 kg, yang pada awalnya bobot saya 79 kg menjadi 75 kg. karena menurut saya hasilnya kurang memuaskan pada akhirnya saya memutuskan untuk berhenti diet dengan kekecewaan yang sangat mendalam. Hingga akhirnya kekecewaan itu saya luapkan melalui makan dengan sangat lahap yaa bisa dibilang rakus. Hal itu saya lakukan selama 2 bulan berturut-turut, karena saya berfikir bahwa "saya tidak akan kurus, diet tak ada gunanya, buat apa diet? jika masih tetap saja gemuk dan tetap saja diejek teman, atau bahkan selalu dibully anak kecil yang sebetulnya tidak tahu apa-apa tentang diri saya" hal itu diperkuat dengan faktor keturunan dalam keluarga saya yang hampir semuanya bertubuh gemuk, dimulai dari nenek saya, ibu saya, kakak saya, dan 3 keponakan saya serta bibi saya hampir semuanya bertubuh gemuk. saya berfikir bahwa kegemukan yang saya derita ini diakibatkan oleh faktor keturunan, yaa kalau difikir memang faktor keturunan memberikan kontribusi besar terhadap kegemukan yang saya alami. karena saya berfikir demikian yaaa saya kembali ke kehidupan yang biasanya, yaitu "saya tidak akan diet" karena saya tidak akan diet, maka saya makan semaunya dan sebebasnya hingga bobot saya kembali naik drastis menjadi 86 kg. Saya terkejut dengan bobot yang saya miliki, saya malu bercermin, apalagi jika diajak foto bareng. karena kepercayaan diri saya yang semakin terkikis habis, akhirnya timbul difikiran saya untuk kembali diet karena pada saat itu juga aya sedang tertarik kepada seorang wanita, untuk memperbesar rasa percaya diri saya untuk mendekati sang pujaan hati, akhirnya saya putuskan kembali mencoba metode diet yang saat itu sedang hot-hotnya dan tengah menjadi trending topic dikalangan masyarakat Indonesia khusunya ODBK (Orang Dengan Badan Kegemukan), yaitu OCD. untuk memulai diet yang hendak saya jalankan ini hal pertama yang saya lakukan adalah mempelajari metode OCD itu sendiri. setelah persiapan dirasa cukup, mulailah saya menjalankan hidup yang bernuansa OCD. seminggu pertama menjalankan OCD, bobot saya turun 4kg, yang sebelumnya 86 kg menjadi 82 kg. Hal ini tentu saja menggembirakan buat saya, karena penurunan bobot yang sangat drastis saya lanjutkan OCD ini selama 8 bulan, selama 8 bulan ini saya penurunan bobot yang sangat signifikan yang pada awalnya berbobot 86 kg menjadi 65 kg. Patut diketahui selama menjalankan metode diet ini saya melakukan jendela makan 4 jam, yaitu dalam sehari (24 jam) waktu makan saya hanya tersedia selama 4 jam, dalam 4 jam itu tidak ada larangan untuk makan makan makanan apa, bisa dibilang bebas. Tapiii patut untuk dihindari makan dengan porsi yang banyak atau "rakus", makan sewajarnya seperti kita makan sehari-hari. selama berdiet, saya tidak melakukan olahraga yang khusus, karena saya memang malas untuk berolahraga. pada akhirnya diet yang saya jalankan ini (OCD) bisa dibilang berhasil. Kepercayaan diri saya telah kembali, memilih baju juga semakin mudah, dan yang lebih spesialnya lagi saya  mendapatkan pujaan hati saya yang sangat saya cintai (DCN), Pasca diet ini saya lebih aktif berolahraga karena badan terasa lebih ringan dan mudah untuk digerakkan. akhirnya, saya ucapkan terima kasih untuk OCD dan kepada detikHealth ini yang bersedia menampung kisah diet saya. Jaya selalu detikHealt.



Love You Dea Cahya Nabilla ;)



 
Template Indonesia | The Gen DoeD
Damn! I Love Indonesia